Artikel Tentang Seputar Pengertian Sistem Ekonomi

Seputar Pengertian Sistem Ekonomi adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Pengertian Sistem ekonomi
dapat didefinisikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi atau what, how, and whom.
Sistem ekonomi juga dapat diartikan sebagai strategi suatu negara untuk mengatur kehidupan ekonomi dalam rangka mencapai kemakmuran.

Faktor-faktor Sistem Ekonomi

Sistem Ekonomi dalam suatu negara dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang membedakan sistem ekonomi suatu negara dengan negara lainnya antara lain :
  1. Ideologi negara
  2. Sistem politik
  3. Sistem pemerintahan
  4. Lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat negara tersebut.
Faktor eksternal yang mempengaruhi sistem ekonomi antara lain :
  1. Sistem ekonomi yang dianut suatu negara
  2. Sosial budaya luar negeri
  3. Politik dunia internasional
Jenis-jenis Sistem Ekonomi
a ) Sistem Ekonomi Tradisional
Pada sistem ekonomi tradisional orang bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tujuan utama nya adalah mempertahankan tradisi yang terjadi turun menurun. Ciri-ciri :
  1. 1.Teknologi masih sederhana
  2. 2.Kegiatan usaha ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan pokok
  3. 3.Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dilakukan sesuai kebiasaan
  4. 4.Masih memakai sistem barter
b ) Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem ekonomi leiberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Secara garis besar, ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah sebagai berikut :
  1. 1.Adanya pengakuan yang luas terhadap hak pribadi
  2. 2.Praktek perekonomian di atur menurut mekanisme pasar
  3. 3.Praktek perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profile motife)
c ) Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistis
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian.

Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

d) Sistem Ekonomi Campuran (mixed ekonomi)
Sistem ekonomi campuran ini adalah merupakan kombinasi ‘logis’ dari ketidaksempurnaan kedua sistem ekonomi diatas. Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem liberalis, lengah gorbachev dan bubarnya kelompok negara-negara komunis, menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme.
Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan sperti ini, banyak negara kemudian memilih sistem ekonomi capuran ini.

Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/sistem-perekonomian

» Read More...

Pengertian Sistem Informasi

Pengertian Sistem Informasi - Sistem adalah kumpulan dari beberapa elemen-elemen yang berinteraksi atau berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian lain tentang  sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah Sistem Informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Sistem informasi adalah suatu sistem manusia atau mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajer, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) Komputer, prosedur, pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah database. Selain itu sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai/user.

Komponen Sistem Informasi :

  1. Input disini adalah semua data yang diambil dan dikumpulkan untuk diproses dalam sistem informasi. Data yang diinputkan bisa dalam bentuk data analog maupun data digital.
  2. Proses merupakan kumpulan prosedur yang akan memanipulasi input kemudian akan disimpan dalam basis data dan selanjutnya akan diolah menjadi suatu output yang akan digunakan oleh end user. Manusia, perangkat komputer, posedur, dan penyimpanan data adalah empat sumber utama dalam proses sistem informasi.
  3. Output Merupakan semua keluaran dari model yang sudah diolah menjadi suatu informasi yang berguna dan dipakai oleh penerima.
  4. Teknologi Teknologi berfungsi untuk memasukkan, mengolah, dan menghasilkan keluaran. Ada tiga bagian teknologi yang digunakan, yaitu software, hardware, dan brainware.
  5. Basis Data merupakan kumpulan data-data yang berupa file yang saling berhubungan yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan diolah menggunakan perangkat lunak.
  6. Kontrol Kontrol merupakan semua tindakan yang diambil untuk menjaga sistem berjalan menuju tujuannya.

Konsep Dasar Sistem

Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Sistem bisa berupa abstraksi atau fisis (Gordon B. Davis, 2002). Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling tergantung. Sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Tata Sutabri, 2004).

Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :


  1. Memiliki komponen ; Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
  2. Batas sistem (boundary) ; Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  3. Lingkungan luar sistem (environment) ; Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  4. Penghubung sistem (interface) ; Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
  5. Masukan sistem (input) ; Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  6. Keluaran sistem (Output) ; Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
  7. Pengolah sistem (Process) ; Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
  8. Sasaran sistem ; Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
  9. Sistem abstrak ; Sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia) Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
  10. Sistem alamiah ; Sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll. Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi) .
  11. Sistem Tertentu (deterministic system) ; Beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer) Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
  12. Sistem tertutup (close system) ; Sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Tingkatan Sistem Informasi

Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :
  1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
  2. Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM  adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
  3. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
  4. Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis berbasis internet.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.

sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
santiw.staff.gunadarma.ac.id/.../files/.../Pengantar_Sistem_Informasi.doc‎
artikel-teknologi-informasi.blogspot.com

» Read More...

Karakteristik Jenis Keamanan Sistem Interaksi E-payment

Karakteristik Jenis Keamanan Sistem Interaksi E-payment


Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) E-payment adalah mekanisme pembayaran yang dilakukan melalui Internet untuk transaksi pembelian barang dan jasa oleh customer. Dalam pelaksanaannya, e-payment melibatkan beberapa pihak yaitu
  1. Issuer, Bank atau institusi nonbank yang menerbitkan instrumen e-payment yang akan digunakan dalam proses jual beli online.
  2. Customer/Payer/Buyer, Pihak yang melakukan pembayaran secara online atas barang atau jasa yang dibelinya.
  3. Merchant/Payee/Seller, Pihak yang menerima pembayaran secara online atas barang atau jasa yang dijualnya.
  4. Regulator, Biasanya adalah pihak pemerintah yang membuat aturan mengenai pengaturan proses e-payment.
Karakteristik Kesuksesan Metode E-payment
Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) Keberhasilan e-payment dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut yang mempengaruhi keberhasilan e-payment yaitu
  1. Independensi Metode e-payment yang sukses sebaiknya bersifat independen terhadap perangkat lunak yang dapat mempersulit para penggunanya.
  2. Interoperabilitas dan portabilitas, Metode e-payment harus dapat terhubung dan diterapkan dengan system dan aplikasi yang sudah ada serta didukung oleh platform standar komputer yang sudah ada.
  3. Keamanan, E-payment yang sukses adalah e-payment yang dapat menjamin keamanan transaksi dalam setiap prosesnya.
  4. Anonimitas Tidak seperti kartu kredit atau cek, jika seorang pembeli menggunakan uang tunai, tidak ada cara untuk mencari tahu kembali siapa pemberi uang tunai tersebut. Beberapa pembeli ingin agar identitas dan pola pemesanan mereka tetap bersifat rahasia. E-payment yang sukses harus dapat mengakomodir anonimitas ini.
  5. Divisibility, Metode e-payment yang mampu menentukan dengan tepat nilai minimum dan maksimum transaksi yang dilakukan akan dapat diterima secara luas.
  6. Kemudahan penggunaan, E-payment yang sukses sebaiknya dapat digunakan semudah mungkin tanpa melalui proses yang dapat mempersulit para penggunanya.
  7. Biaya transaksi, E-payment yang sukses harus dapat memperoleh keuntungan berdasarkan biaya transaksi untuk menunjang keberlangsungan sistem e-payment itu sendiri.
Jenis-jenis  E-payment
Menurut (Turban, E., & King, D., 2002) Beberapa bentuk e-payment 
  1. Payment Card, Pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit atau kartu debit.
  2. E-wallet Pengguna memiliki akun dimana didalamnya terdapat data jumlah uang yang mereka miliki pada akun tersebut dan dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli secara online.
  3. Smart Card, Merupakan kartu yang didalamnya sudah tertanam oleh microchip khusus, memori elektronik, dan baterai. Smart card mengandung informasi mengenai pengguna yang memiliki hak untuk menggunakannya.
  4. E-cash, E-cash merupakan versi digital dari mata uang kertas dan koin yang sudah ada sebelumnya yang memungkinkan pembayaran barang-barang dengan harga rendah secara aman dan anonym.
  5. E-check, Merupakan cek versi digital yang dapat dicairkan secara langsung ke bank.
Keamanan E-payment
Pada proses pembayaran yang dilakukan secara elektronik atau e-payment diperlukan adanya mekanisme keamanan yang sangat terjamin agar pengguna, baik merchant maupun consumer, mempercayai sistem e-payment tersebut (Stallings, W., 2006). Skema keamanan yang terdapat pada e-payment saat ini adalah skema Public Key Infrastructure (PKI) yang menggunakan public key untuk melakukan proses enkripsi (Stallings, W., 2006).

Enkripsi merupakan proses mengubah suatu pesan atau data menjadi bentuk lain yang sulit, membutuhkan biaya besar, dan membutuhkan waktu bagi pihak yang tidak memiliki hak untuk mendapatkan data atau pesan asli tersebut (Stallings, W., 2006). Sedangkan dekripsi, merupakan proses yang berkebalikan dengan enkripsi yaitu proses pengubahan data atau pesan yang tidak dapat dipahami oleh manusia menjadi pesan atau data asli yang dapat dipahami manusia. Proses enkripsi dan dekripsi memiliki empat bagian penting yaitu (Stallings, W., 2006):
  1. Plaintext Plaintext merupakan pesan atau data asli yang belum mengalami proses enkripsi dan dapat dipahami oleh manusia.
  2. Ciphertext Ciphertext merupakan pesan atau data hasil proses enkripsi yang dilakukan terhadap plaintext.
  3. Algoritma enkripsi, Algoritma enkripsi merupakan urutan langkah-langkah yang diterapkan untuk melakukan pengubahan data atau pesan asli (plaintext) menjadi bentuk data atau pesan yang tidak dapat dipahami oleh manusia (ciphertext).
  4. Key, Key merupakan suatu kode rahasia yang digunakan untuk melakukan proses enkripsi dan dekripsi suatu pesan atau data. Terdapat dua tipe key yaitu private key dan public key. Private key merupakan key yang hanya diketahui oleh pemiliknya. Sedangkan public key, merupakan key yang dapat diketahui oleh semua pihak yang selalu dipublikasikan melalui Internet.
Salah satu metode yang digunakan untuk menjaga keamanan sistem epayment adalah dengan menggunakan digital signature. Digital signature adalah kode identifikasi yang dapat digunakan untuk mengotentikasi identitas pengirim pesan atau dokumen. Secara umum, terdapat dua tujuan diterapkannya digital signature yaitu mengotentikasi identitas pengirim pesan atau dokumen dan menjamin keaslian isi dari pesan elektronik atau dokumen (Stallings, W., 2006).

Tujuan diterapkannya digital signature pada proses pembayaran secara elektronik salah satunya adalah untuk menghindari terjadinya tindakan penipuan yang dilakukan oleh pihak merchant dengan menyangkal bahwa pembeli telah melunasi transaksi pembelian. Selain itu, digital signature juga bertujuan agar pembeli tidak melakukan penipuan dengan mengatakan bahwa pembeli sudah melunasi pembayaran. Dalam penggunaannya secara online, digital signature memiliki beberapa keuntungan tambahan yaitu dapat dibawa kemanapun, dan tidak mudah ditirukan.

Beberapa properti yang terdapat pada digital signature berkaitan dengan upaya mencapai tujuannya yaitu harus dapat (Stallings, W., 2006)
  1. Memverifikasi penulis, tanggal, dan waktu penandatanganan
  2. Mengotentikasi isi pesan atau dokumen yang dilakukan pada saat penandatanganan
  3. Diverifikasi oleh pihak ketiga untuk menyelesaikan perselisihan
Sistem Interaksi E-payment
A. Analisis Kebutuhan Sistem Interaksi
Menurut (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005) Sebelum melakukan perancangan antarmuka pada suatu aplikasi, perancang perlu melakukan analisis kebutuhan pengguna aplikasi terlebih dahulu. Beberapa tujuan dilaksanakannya analisis kebutuhan yaitu :

1. Mengetahui kebutuhan pengguna dengan pasti. 
Dengan mengetahui kebutuhan pengguna, maka pengembang suatu aplikasi tidak akan menyediakan fungsionalitas yang berlebihan yang dapat berakibat pada sulitnya implementasi dan pengaturan aplikasi bagi pengembang serta sulitnya pembelajaran dan penggunaan aplikasi oleh pengguna.

2. Menjamin reliability.
  1. Data yang ditampilkan harus tepat dan sesuai dengan keadaan..
  2. Beberapa aspek harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun antarmuka. Beberapa aspek tersebut yaitu privacy, keamanan, dan integritas data.
  3. Antarmuka harus menyediakan fitur untuk melindungi pengguna dari tindakan-tindakan yang tidak benar yaitu pengaksesan sistem yang bukan haknya dan penghancuran data yang dilakukan tidak dengan hati-hati.
3. Perancang antarmuka 
pengguna harus mempertimbangkan standardisasi, konsistensi, dan portabilitas. Antarmuka yang tidak umum mengakibatkan diperlukannya waktu lebih untuk dipelajari dan dapat meningkatkan kesalahan yang dilakukan oleh pengguna.
  1. Standarisasi. Adanya fitur-fitur umum/sama yang disediakan pada antarmuka pengguna antara aplikasi yang satu dengan aplikasi yang lain.
  2. Konsistensi. Terdapat kesamaan pada fungsi, istilah, unit, layout, dan warna dalam suatu aplikasi.
  3. Portabilitas. Terdapat fitur untuk mengkonversi data dan share antarmuka pengguna antara perangkat lunak yang satu dengan perangkat lunak yang lainnya dan antara perangkat keras yang satu dengan perangkat keras yang lainnya.
B. Petunjuk Pembuatan Sistem Interaksi
Menurut (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005). Setelah melakukan analisis kebutuhan pengguna, penulis juga harus mempertimbangkan beberapa hal yang berkaitan dengan pembuatan antarmuka pengguna khususnya untuk aplikasi yang bersifat komersial. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan antarmuka pengguna yang bersifat komersial yaitu mudah dipelajari, tersedia fitur untuk menyesuaikan bahasa yang diinginkan oleh pengguna, harus dapat disesuaikan dengan kultur para penggunanya, dan perlu dipertimbangkan trade of antara kecepatan performance dan tingkat kesalahan yang terjadi Selain beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti diatas, terdapat beberapa hal yang menjadi petunjuk dalam pembuatan antarmuka pengguna yang baik. Beberapa petunjuk tersebut yaitu (Shneiderman, B., & Plaisant, C., 2005).

1. Navigasi antarmuka. 
Berikut ini merupakan sampel dari petunjuk dalam membuat antarmuka pengguna.
  1. Terdapat standar pada urutan langkah-langkah dan cara untuk menyelesaikan tugas.
  2. Pemberian nama pada link harus mendeskripsikan tujuan dari link tersebut.
  3. Pemberian nama pada heading sebaiknya unik dan mendeskripsikan isi dari heading tersebut.
  4. Terdapat fitur check box bagi pengguna untuk melakukan pemilihan pada dua hal yang berbeda.
2. Pengaturan tampilan.
  1. Data ditampilkan secara konsisten. Istilah, singkatan, format, warna, kapitalisasi, dan lainnya harus standar.
  2. Pengaturan tampilan harus sesuai dengan aplikasi yang ada secara umum agar pengguna tidak harus mengingat langkah-langkah dalam menyelesaikan suatu tugas.
  3. Memudahkan pengguna dalam mengatur tampilan aplikasi agar sesuai dengan tugas yang sedang dilaksanakan atau sesuai dengan keinginan.
3. Menarik perhatian pengguna.
  1. Gunakan empat ukuran dan ukuran terbesar digunakan untuk menarik perhatian pengguna.
  2. Gunakan tiga tipe tulisan.
  3. Maksimal menggunakan empat tipe warna.
  4. Gunakan suara yang halus untuk memberikan feedback yang positif dan suara yang keras untuk memberikan feedback yang negatif.
4. Hal-hal yang berkaitan dengan pemfasilitasan data entry menurut Smith dan Mosier.
  1. aMeminimalkan pengguna untuk memasukkan data secara manual. Fitur pemilihan dari suatu daftar lebih baik dari pada fitur yang meminta pengguna memasukkan data secara manual karena akan mengurangi tingkat kesalahan pengguna.
  2. bMinimalkan pengguna untuk mengingat serangkaian tindakan yang harus dilakukan dalam menyelesaikan tugas.
Referensi:
Pengembangan alternatif model...,Agung Firmansyah...[et.al],FASILKOM UI, 2009

» Read More...

Popular Posts

Pengikut